Live Chat Wa

https://wasap.at/ahEhpg

Olahraga

Kamu akan mendpatkan tips tips dalam olahraga, jadwal olahraga dan lain lain

Belajar

kamu akan mendapatkan informasi informasi terkait ilmu yang ada di sekolah maupun ilmu yang lain

Berhitung

Kamu akan medapatkan tips tips dalam perhitungan matematis

Bisnis dan ekonomi

GKamu akan mendapatkan informasi bisnis untuk pembangunan dan pengembangan bisnis

cerita dan Tips

kamu akan dapat cerita dan tips tips menarik

Tuesday, January 11, 2022

Kegiatan PTSL dokumentasi

Kegiatan Dokumentasi kegiatan PTSL






PTSL merupakan kegiatan KKN yang bekerjasama dengan BPN untuk melakukan pendataan pembuatan sertifikat kepada masyarakat, Kegiatan ini dilaksanakan di Bunga dan Dukun, Salah satunya di desa Wonokerto, KKN disini kita membantu masyarakat dalam prosesr sertifikasi tanag.



Saturday, December 25, 2021

LILY - Alan Walker (streaming & Download)

  Lirik Lagu LILY



Lily was a little girl

Afraid of the big, wide world

She grew up within her castle walls

Now and then she tried to run

And then on the night with the setting sun

She went in the woods away

So afraid, all alone

They warned her, don't go there

There's creatures who are hiding in the dark

Then something came creeping

It told her, don't you worry just

Follow everywhere I go

Top of all the mountains or valley low

Give you everything you've been dreaming of

Just let me in, ooh

Everything you want in gold

I'll be the magic story you've been told

And you'll be safe under my control

Just let me in, ooh

Just let me in, ooh

She knew she was hypnotized

And walking on cold thin ice

Then it broke, and she awoke again

Then she ran faster and

Start screaming, is there someone out there?

Please help me, come get me

Behind her, she can hear it say

Follow everywhere I go

Top of all the mountains or valley low

Give you everything you've been dreaming of

Just let me in, ooh

Everything you want in gold

I'll be the magic story you've been told

And you'll be safe under my control

Just let me in, ooh

Just let me in, ooh

Everything you want in gold

I'll be the magic story you've been told

And you'll be safe under my control

Just let me in, ooh

Follow everywhere I go

Top of all the mountains or valley low

Give you everything you've been dreaming of

Just let me in, ooh

Then she ran faster and

Start screaming, is there someone out there?

Please help me

Just let me in, ooh [end]


[Download MP3]


Friday, December 24, 2021

Software Pengolah Vidio

7 Software Edit Video Terbaik yang Mudah Digunakan Pemula

Pertanyaannya cuman satu sekarang, kuat nggak gadget-mu?

Program video semakin dinikmati. Dengan hadirnya YouTube dan Instagram, hampir semua orang mencoba untuk membuat konten-konten dengan basis video.

Tak hanya peralatan yang lengkap, membuat video yang bagus juga memerlukan selera dalam meng-edit video. Ibarat teka-teki atau puzzle, kamu harus pintar dalam menggabung-gabungkan gambar yang kamu miliki.

Tanpa software atau aplikasi edit video yang mudah digunakan, kamu yang pemula akan memiliki kesulitan untuk memulai dan mengeksekusi video tersebut. Karena itu kami memiliki beberapa rekomendasi software dan aplikasi yang bisa kamu gunakan.

Berikut ini IDN Times kasih rekomendasi beberapa software editing video yang terbaik untuk para pemula yang bisa kamu gunakan untuk mengedit videomu sendiri. Mau tahu apa saja? Langsung aja yuk cek 7 aplikasi atau software edit video terbaik di laptop berikut ini.

1. Apple iMovie

7 Software Edit Video Terbaik yang Mudah Digunakan Pemulapcmag.com

Bagi mereka yang memiliki Mac, beruntunglah kalian karena Apple menyediakan iMovie secara cuma-cuma. iMovie sangatlah standar, sederhana namun berguna.

Software ini memiliki fitur green-screen, integrasi dengan platform audio dan media sosial lainnya, serta dapat me-render video dengan tingkat kualitas gambar yang cukup tinggi. Seharusnya sebagai pemula, kamu tidak terlalu bingung menggunakan software ini.

2. Windows Movie Maker

7 Software Edit Video Terbaik yang Mudah Digunakan Pemulamultipelife.com

Saingan dari iMovie. Jika Apple punya iMovie, maka Windows punya Movie Maker. Sebagai software gratis, Movie Maker memiliki kualitas yang sangat standar. Ia dapat membuat video dengan format AVI, MPEG, WMV dan beberapa lainnya.

Software ini diberikan khusus untuk pengguna Windows 7. Namun sayang, pihak Windows telah menghentikan software ini. Kamu masih bisa mencari instalasinya di internet.



source:

7 Aplikasi atau Software Edit Video Terbaik di Laptop (idntimes.com)

Thursday, December 2, 2021

Hitung Cepat

 

Cara Menghitung Cepat



Banyak cara untuk menghitung cepat ingat ketika kalian masih SD kita diajarkan cara menghitung cepat tentang perkalian yang lebih dari 6 kurang dari 10 dengan menggunakan 2 tangan kita. Okelah kalau masih ingat tapi artikel kali ini saya akan membahas bagaimana cara menghitung cepat bilangan yang lebih besar.

contoh soal :
96 X 98 = ...?
tanpa menggunakan kalkulator coba kalian hitung bilangan tersebut dengan waktu 5 detik. Gimana kawan-kawan bisa nggak, susah...? sebenarnya sih tidak susah untuk menghitung angka tersebut dengan waktu 5 detik namun kebanyakan dari kalian belum tau bagaimana cara menghitungnya kalau kalian sudh tau paling jawabnya, gampil gampil gampiiiiiiiiiiil he he he, sketsa banget yach.

Yuk, langsung saja kita cari tau cara menghitungnya. Kronologinya begini misal ada pertanyaan 100 X 100 tentunya dalam waktu kurang dari 1 detikpun anda bisa menjawabnya ya to. Nah sekarang kita eksplore pertanyaan di atas yaitu 96 X 98,
100 - 96 = 4
100 - 98 = 2 , angka ini kita anggap atau bisa kita asumsikan bahwasannya 96 itu seratus dikurangi 4 dan begitu juga 98 itu 100 kurang 2. kemudian bilangan tersebut dikurangi dengan pengalinya yaiu :
96 - 2 = 94
98 - 4 = 94
nah angka 94 ini akan menjadi ribuan dan ratusan hasil sementara dapat ditulis 94XX, tinggal kita mencari puluhan dan satuannya satuan dapat kita cari dengan mengalikan sisa-sisa pengurangan seratus tadi dengan bilangan-bilangan yang akan dikalikan yaitu 4 X 2 = 8 lho kok tidak ada puluhannya karena hasilnya kurang dari sepuluh maka puluhannya kita tulis nol ( 0 ) jadi hasil akhri dari perkalian : 96 X 98 = 9408
coba cek pakai kalkulator benar tidak. untuk lebih jelas lagi nanti akan saya buatkan videonya agar lebih mudah untuk dipahami. Semoga bermanfaat ya ilmu sederhana yang saya berikan ini, sampai jumpa diartikel selanjutnya ya so pantengin blog terus http://belajar-soal-matematika.blogspot.com.

Jenis Jenis Kata

 

Pengertian Kata

Daftar Baca Cepat  tampilkan 

Kata adalah suatu bentuk satuan dari suatu bahasa yang memiliki makna  (arti) dan terdiri satu atau lebih makna. Biasanya terdiri dari kata dasar tanpa atau dengan beberapa imbuhan kata. Gabungan dari kata juga bisa membentuk frasa, klausa, atau kalimat.

Baca Juga : Pengertian Kata

Berbeda dengan ragam tidak resmi yang biasa dipakai dalam keadaan bersantai, sambil berkumpul, dan dalam suasana yang akrab (konsultasi) tidak harus memakai bentuk kata-kata dan struktur kalimat yang baku.


Bentuk Kata

Dalam proses pembentukan kata akan menghasilkan bentuk kata dasar. Kata dasar adalah Kata yang merupakan dasar dari bentuk kata imbuhan. Bentuk kata ulang, bentuk kata berimbuhan dan bentuk kata.

Kata Ulang Bentuk kata dasar yang memiliki pengulangan kata baik dalam sebagian maupun keseluruhan kata.

Perubahan kata imbuhan disebabkan karena adanya afiks atau imbuhan baik di awal (prefiks atau awalan), tengah (infiks atau sisipan), maupun akhir (surfiks atau akhiran) kata.

Kata Majemuk adalah Gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk satu arti baru.


Perhatikan contoh berikut:

  • Saya ucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak dan Ibu seklaian di tempat ini dalam rangka memenuhi undangan kami.
  • Makasih ya, atas kedatangan kamu semua pada perayan hari ulang tahunku!

Perhatikan kalimat pertama dan kedua , yang sangat memiliki perbedaan kalimat, baik di tingkat pilihan kata, bentukan kata ataupun Komposisi tata bahasa kalimatnya. Kalimat yang pertama dipakai dalam kondisi resmi, sedangkan pada kalimat kedua dipakai dalamkeadaan umum atau tidak resmi (akrab).

Pada keadaan santai (tidak resmi), seseorang akan lebih leluasa memilih kata dan kondisi dari pada situasi atau kondisi resmi atau formal. Dalam berkomunikasi situasi atau kondisi apapun, yang paling pernting adalah dapat menciptakan keadaan berkomunikasi yang baik (efektif) dan nyaman.

Baca Juga : Pengertian Kata Serapan


Jenis-Jenis Kata

Dari macam-macam pembagian kelas kata diatas dapat di jelaskan sebagai berikut :


1. Kata kerja (verba)

Kata kerja (verba) adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses dan keadaan yang bukan merupakan sifat. Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam kalimat.


Ciri-ciri kata kerja :

  • Dapat diberi aspek waktu, seperti akan, sedang, dan telah.

Misal : akan pergi, sedang main, telah pulang.


  • Dapat diingkari dengan kata tidak.

Misal : tidak makan, tidak tidur.

  • Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB/KS.

Misal : pergi dengan adik, menulis dengan cepat.


Macam-macam kata kerja (verba) :

  • Verba dasar bebas.

Misal : duduk, makan, mandi, minum, pergi, pulang

  • Verba turunan, terdiri atas :

  • Verba berafiks.

Contoh : ajari, bernyanyi, bertaburan.


  • Verba bereduplikasi.

Contoh : bangun-bangun, ingat-ingat, makan-makan.


  • Verba berproses gabung.

Contoh : bernyanyi-nyanyi, tersenyum-senyum.


  • Verba majemuk.

Contoh : cuci mata, campur tangan, unjuk gigi.


  • Verba transitif (kata kerja yang membutuhkan objek).

Contoh : saya menulis surat.

S       P         O


  • Verba intransitif (kata kerja yang tidak memerlukan objek).

Contoh : mereka duduk ditaman.

S          P          K


2. Kata benda (nomina)

Kata benda (nomina) adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak). Kata benda berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap dan keterangan.


Ciri-ciri kata benda :

  • Dapat diingkari dengan kata bukan.

Misal : bukan gula, bukan rumah, bukan mimpi.


  • Dapat diikuti dengan gabungan kata yang + KS atau yang sangat + KS.

Misal : buku yang mahal, pengetahuan yang sangat penting.


Macam-macan nomina :

  • Nomina bernyawa.

Misal : Umar, Abdullah, nenek, nona, ayah.


  • Nomina tak bernyawa.

Misal : nama lembaga, hari, waktu, daerah, bahasa.


  • Nomina terbilang.

Misal : kantor, rumah, orang, buku.


  • Nomina tak terbilang.

Misal : udara,kebersihan, kemanusiaan.


  • Nomina kolektif.

Misal : cairan, asinan, buah-buahan, kelompok.


  • Nomina ukuran.

Misal : pucuk, genggam, batang, kilogram.


  • Nomina dari proses nominalisasi.

Misal : keadilan, kenaikan, pembicara.


  • Nominalisasi dengan si dan sang.

Misal : si kecil, si manis, sang kancil.


  • Nominalisasi dengan yang.

Misal : yang lari, yang berbaju, yang cantik.

Baca Juga : Pengertian Katalis (Katalisator)


3. Kata ganti (pronomina)

Kata ganti (pronomina) adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain. Pronomina berfungsi untuk mengganti kata benda(nomina).


Macam-macam pronomina :

Pronomina dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 yaitu :


a. Pronomina persona.

  • Pronomina reduplikasi.

Misal : kita-kita, dia-dia, dan beliau-beliau.


  • Pronomina berbentuk frasa.

Misal : kamu sekalian, aku ini, dia itu.

  • Pronomina takrif, terbatas pada pronomina persona (orang).

Misal :

  1. Pronomina persona I (kata ganti orang I) : saya, aku (tunggal) dan kami, kita (jamak).
  2. Pronomina persona II (kata ganti orang II) : kamu, engkau, anda (tunggal), dan kalian, anda sekalian (jamak).
  3. Pronomina persona III (kata ganti orang III) : ia, dia, beliau(tunggal) dan mereka (jamak).

  • Pronomina tak takrif, tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu.

Misal : sesuatu, seseorang, barang siapa, siapa.


b. Pronomina penunjuk.

Pronomina penunjuk dalam bahasa Indonesia ada 3 macam :

  • Pronomina penunjuk umum.

Misal : ini, itu, dan anu.


  • Pronomina penunjuk tempat.

Misal : sini, situ, atau sana.


  • Pronomina petunjuk ihwal.

Misal : begini, dan begitu.


c. Pronomina penanya.

Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan.

Misal : siapa, apa, mana, mengapa, kapan, bagaimana, dimana,dan berapa.


4. Kata sifat (adjektiva)

Kata sifat (adjektiva) adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat orang/binatang/benda. Kata sifat umumnya berfungsi sebagai predikat, objek, dan penjelas subjek.


Ciri-ciri kata sifat :

  • Dapat diberi keterangan pembanding lebih, kurang, dan paling.

Misal : lebih indah, kurang bagus, paling kaya.


  • Dapat diberi keterangan penguat : sangat, amat, benar, terlalu,dan sekali.

Misal : sangat senang, amat keras, mahal benar, terlalu berat.


  • Dapat diingkari dengan kata tidak.

Misal : tidak benar, tidak halus, tidak sehat.


Macam-macam adjektiva :

  • Adjektiva dasar.

Misal : adil, afdol, bangga, baru, cemas, disiplin, anggun, bengkak.


  • Adjektiva turunan, terdiri atas :

a. Adjektiva berafiks.

Misal : terhormat, terindah, kesakitan, kesepian.


b. Adjektiva bereduplikasi.

Misal : muda-muda, elok-elok, cantik-cantik.


c. Adjektiva berafiks –I, -wi, -iah.

Misal : abadi, duniawi, insane, ilmiah, rohaniah.


  • Adjektiva deverbalisasi.

Misal : melengking, terkejut, menggembirakan.


  • Adjektiva denominalisasi.

Misal : berapi-api, berbudi, budiman, kesatria.


  • Adjektiva de-adverbialisasi.

Misal : bersungguh-sungguh, berkurang, bertambah.


  • Adjektiva denumeralia.

Misal : manunggal, mendua, menyeluruh.


  • Adjektiva de-interjeksi.

Misal : aduhai, sip, asoy.


  • Adjektiva majemuk.

Misal : panjang tangan, buta huruf, lupa daratan.


  • Adjektiva eksesif (berlebih-lebihan).

Misal : alangkah gagahnya, bukan main kuatnya, Maha kuasa.


5. Kata keterangan (adverbia)

Kata keterangan (adverbia) adalah kata yang member keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat.

Baca Juga : Singkatan Dan Akronim – Pengertian, Perbedaan, Pedoman, Judul, Contoh


Macam-macam adverbia :

  • Adverbia dasar bebas.

Misal : alangkah, agak, akan, amat, nian, niscaya, tidak, paling.


  • Adverbia turunan, terdiri atas :

a. Adverbia reduplikasi.

Misal : agak-agak, lagi-lagi, lebih-lebih, paling-paling.


b. Adverbia gabungan.

Misal : belum boleh, belum pernah, atau tidak mungkin.


c. Adverbia yang berasal dari berbagai kelas.

Misal : terlampau, agaknya, harusnya, sebaiknya, sebenarnya.


6. Kata sandang (artikula)

Kata sandang (artikula) adalah kata yang mendampingi kata benda atau yang membatasi makna jumlah orang atau benda.


Macam-macam kata benda (artikula) :

  • Artikula bermakna tunggal.

Misal : sang guru, sang suami, sang juara.


  • Artikula bermakna jamak.

Misal : para petani, para guru, para ilmuwan.


  • Artikula bermakna netral.

Misal : si hitam manis, si dia, si terhukum.


  • Artikula bermakna khusus.

Misal : Sri Baginda, Sri Ratu, Sri Paus (gelar kehormatan), Hang Tuah, dan Hang Halimah (panggilan pria dan wanita dalam sastra lama).


7. Kata bilangan (numeralia)

Kata bilangan (numeralia) adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang, dan benda.


Macam-macam kata bilangan (numeralia) :

  • Numeralia utama (kardinal), terdiri atas :

a. Bilangan penuh.

Misal : satu, dua, tiga, puluh, ribu, juta.


b. Bilangan pecahan.

Misal : sepertiga, duapertiga, lima perenam.


c. Bilangan gugus.

Misal : selikur (21), lusin, gros, kodi, atau ton.


  • Numeralia tingkat, yaitu numeralia yang menunjukkan urutan atau struktur.

Misal : pertama, kesatu, kedua, ketigabelas.


  • Numeralia kolektif, yaitu numeralia yang terbentuk oleh afiksasi.

Misal : ketiga (ke + Num), ribuan, ratusan (Num + -an), berates-ratus, bertahun-tahun(ber- + Num).


8. Kata sambung (konjungsi)

Kata sambung (konjungsi) adalah kata yang berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat.


Macam-macam kata sambung (konjungsi) :

  • Konjungsi penambahan.

Misal : dan, dan lagi, tambah lagi, lagi pula.


  • Konjungsi urutan.

Misal : lalu, lantas, kemudian, setelah itu.


  • Konjungsi pilihan.

Misal : atau.


  • Konjungsi perlawanan.

Misal : tetapi, sedangkan, namun, sebaliknya, padahal.


  • Konjungsi menyatakan waktu.

Misal : ketika, sejak, saat.


  • Konjungsi sebab-akibat.

Misal : sebab, karena, karena itu, akibatnya.


  • Konjungsi persyaratan.

Misal : asalkan, jikalau, kalau.


  • Konjungsi pengandaian.

Misal : andaikata, andaikan, seandainya, seumpamanya.


  • Konjungsi harapan/tujuan.

Misal : agar, supaya, hingga.


  • Konjungsi perluasan.

Misal : yang.


  • Konjungsi pengantar objek.

Misal : bahwa.


  • Konjungsi penegasan.

 Misal : bahkan dan malahan.


  • Konjungsi pengantar wacana.

Misal : adapun, maka, jadi.

Baca Juga : Kata Sapaan : Pengertian, Contoh Kalimat, Jenis, Ciri [ LENGKAP ]


9. Kata seru (interjeksi)

Kata seru (interjeksi) adalah kata yang menyatakan luapan perasaan, atau emosi.


Macam-macam kata seru :

  • Kata seru kejijikan.

Misal : bah, cia, cih, ih, idih.


  • Kata seru kekesalan.

Misal : brengsek, sialan, buset, keparat.


  • Kata seru kekaguman.

Misal : aduhai, amboi, asyik.


  • Kata seru kesyukuran.

Misal : syukur, Alhamdulillah.


  • Kata seru harapan.

Misal : insya Allah.


  • Kata seru keheranan.

Misal : aduh, aih, ai, lo, duilah, eh, oh, ah.


  • Kata seru kekagetan            .

Misal : astaga, astagfirullah, masya Allah.


  • Kata seru ajakan.

Misal : ayo, mari.


  • Kata seru panggilan.

Misal : hai, he, eh, halo.


  • Kata seru simpulan.

Misal : nah.


10. Kata depan (preposisi)

Kata depan (preposisi) adalah kata yang selalu berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan(frasa preposisional).


Macam-macam kata depan (preposisi) :

  • Preposisi dasar.

Misal : di, ke, dari, akan, antara, kecuali, bagi, dalam, daripada, tentang.


  • Preposisi turunan, terdiri dari :

a. Gabungan preposisi dan preposisi.

Misal : di depan, ke belakang, dari muka.


b. Gabungan preposisi + preposisi + non-preposisi.

Misal : di atas rumah, dari tengah-tengah kerumunan.


c. Gabungan preposisi + kelas kata + preposisi + kelas kata.

Misal : dari rumah ke jalan, dari Bogor sampai Jakarta.


d. Preposisi yang menunjukkan ruang lingkup.

Misal : sekeliling, sekitar, sepanjang.


Fungsi Kata

Sebagai satuan gramatikal terkecil yang menyusun suatu kalimat, kata memiliki sejumlah fungsi yaitu faedah subjek, faedah predikat, faedah objek, faedah keterangan, dan faedah pelengkap.

Di bawah ini akan diterangkan mengenai faedah tersebut.


1. Fungsi sebagai Subjek

Subjek ialah bagian dari kalimat yang menandakan apa yang sedang dibicarakan.

Namun urusan ini tidak tidak jarang kali sama dengan aktor atau pelaku sebagai subjek, tergolong dalam kalimat pasif.

Fungsinya sebagai subjek bisa ditentukan menurut ciri-ciri sebagai berikut.

  • Jawaban dari siapa yang melakukan pekerjaan atau aktivitas. Contohnya pada kalimat, “Ayah bekerja di kantor sampai sore hari.” Jika diciptakan kalimat tanya: siapa yang bekerja di kantor sampai sore hari? Maka, jawabannya ialah Ayah. Maka dapat dijamin bahwa Ayah bermanfaat sebagai subjek yang sedang mengerjakan sebuah aktivitas.
  • Bagian dari kalimat yang diterangkan oleh predikat. Contoh pada kalimat, “Ayah bekerja di kantor sampai sore hari.” Ayah sebagai subjek dijelaskan dengan perbuatan bekerja sebagai predikat.
  • Bagian yang dibuntuti oleh di antara kata kerja sambung. Contohnya pada kalimat, “Ayah ialah seorang karyawan.”
  • Adalah adalahkata kerja sambung sampai-sampai di belakangnya bermanfaat sebagai subjek, yakni Ayah.
  • Diikuti partikel –nya. Contoh pada kalimat, “Mobilnya mempunyai roda yang bagus.” Mobil yang dibuntuti oleh partikel –nya menandakan bahwa kata tersebut bermanfaat sebagai subjek.

2. Fungsi sebagai Predikat

Predikat adalahbagian dari kalimat yang menandakan apa yang dirundingkan oleh subjek dan seringkali harus berisi bagian verba. Setelahnya, dapat dibuntuti oleh objek atau adverbia. Fungsi kata sebagai predikat memberi penjelasan tentang apa yang dilaksanakan oleh subjek.

Baca Juga : “Kata Seru ( Interjeksi ) Pengertian & ( Jenis – Fungsi – Contoh )


Contoh pada kalimat, “Ayah bekerja di kantor sampai sore hari.” Bekerja sebagai predikat menjelaskan pekerjaan atau kegiatan yang dilaksanakan oleh ayah di kantor sampai sore hari.


3. Fungsi sebagai Objek

Objek adalahbagian dari kalimat yang mempunyai peran sebagai penderita atau yang merasakan suatu hal. Letak objek memiliki faedah sebagai pemberi penjelasan predikat.


Contoh pada kalimat, “Kakak melakukan pembelian tas di toko dekat rumah.” Tas sebagai objek memberikan penjelasan terhadap barang yang Kakak beli di toko dekat rumah.


4. Fungsi sebagai Keterangan

Kata penjelasan adalahbagian dari kalimat yang bermanfaat untuk memberikan penjelasan terhadap bagian lainnya. Meskipun hadirnya tidak terlampau penting, tetapi dapat menyerahkan penjelasan lebih lanjut tentang sebuah kalimat.


Contohnya pada kalimat, “Kakak melakukan pembelian tas di toko dekat rumah.”


Di toko dekat lokasi tinggal merupakan penjelasan yang menyerahkan penjelasan di mana Kakak melakukan pembelian tasnya. Keterangan itu tidak wajib guna dimasukkan ke dalam kalimat, namun saat Anda memasukkannya, pembaca tidak butuh bertanya lagi lokasi Kakak melakukan pembelian tasnya.


5. Fungsi sebagai Pelengkap

Fungsi yang satu ini tidak banyak sulit untuk meneliti keberadaannya. Terkadang ia dapat bermanfaat sebagai penjelasan dan/atau objek.


Contoh pada kalimat, “Ayah bekerja di kantor sampai sore hari.”


Sore hari adalahkata pelengkap sebab melengkapi bekerja sebagai batasan masa-masa ia mengerjakan aktivitasnya di kantor.


Contoh pada kalimat, “Kakak santap ayam.”


Ayam dapat bermanfaat sebagai pelengkap dan objek secara bersamaan.


Contoh Kata

Berikut ini adalah contoh dari kata, sebagai berikut:

  1. Contoh kata benda atau nomina yakni rumah, mobil, sekolah, bingkisan, tas, buku, pupuk, medali perak, desa, lahan, dan sebagainya.
  2. Contoh kata bilangan atau numeralia yakni satu, dua, kesatu, berdua, seribu, beberapa, banyak, dan sebagainya.
  3. Contoh kata ganti atau pronomina yakni saya, dia, kalian, salah seorang, seseorang, siapa saja, sewaktu-waktu, ini, itu, dan sebagainya.
  4. Contoh kata kerja atau verba yakni tanpa mandi, memasak, membersihkan, mengajarkan, membeli, menetapkan, mengajak, berjalan, berlari, menghadiri, dan sebagainya.
  5. Contoh kata sifat atau adjektiva yakni bagus, buruk, cantik, terkenal, terpintar, kreatif, warna warni, rendah hati, baik hati, dan sebagainya.
  6. Contoh kata penjelasan atau adverbia yakni dengan lantang (keterangan cara), memakai bambu panjang (keterangan alat), guna membayar ongkos (keterangan tujuan), sebab pemanasan global (keterangan sebab), sampai-sampai dia terjatuh (keterangan akibat), di Rumah (keterangan tempat), kelak (keterangan waktu), dua kali sehari (keterangan derajat), namun (keterangan perlawanan), dari pamannya (keterangan pelaku), dan sebagainya.
  7. Contoh kata sambung atau konjungsi yakni dan, sera, lagipula, tetapi, sedangkan, sebelumnya, setelahnya, untuk, agar, sebab, karena, akibatnya, bila, apabila, walaupun, biarpun, seperti, bagai, bahkan, apalagi, bahwa, dan sebagainya.
  8. Contoh kata sandang atau artikula yakni sang, sri, hang, hyang, yang, dan sebagainya.
  9. Contoh kata depan atau preposisi yakni di depan, ke Indonesia, dari rumah, dan sebagainya.
  10. Contoh kata seru atau injeksi yakni asyik dan wah (menyatakan kekaguman), untung dan syukurlah (menyatakan kesyukuran), semoga dan mudah-mudahan (menyatakan harapan), bah dan idih (menyatakan kejijikan), dan sebagainya
  11. Contoh kata dasar yakni makan, minum, pergi, lari, jalan, buka, ambil, pikir, dan sebagainya.
  12. Contoh kata berimbuhan yakni memakan, meminum, berpergian, berjalan, dibuka, diambil, dipikirkan, dan sebagainya.
  13. Contoh kata ulang yakni sayur-mayur, rumah-rumah, pepohonan, teka-teki, kekanak-kanakan, bersalam-salaman, dan sebagainya. Namun kata laksana kupu-kupu, kura-kura, dan ubur-ubur bukanlah adalahkata ulang.
  14. Contoh kata gabung (frasa) yakni kacamata, barangkali, halalbihalal, daripada, bumiputra, matahari, dan sebagainya.